Thursday, December 19, 2013

VARIASI ANTAR INIDIVIDU PERIKANAN

kali ini sharing "TinPus sampai DaPus" praktikum ekologi perairan tentang Variasi Antar Individu. dah lupa sih semester berapa.he...

          II. TINJAUAN PUSTAKA VARIASI ANTAR INIDIVIDU

    Keanekaragaman hayati didefinisikan sebagai kekayaan hidup di bumi, jutaan tumbuhan, hewan dan mikroorganisme, genetika yang dikandungnya menjadi lingkungan hidup. Keanekaragaman hayati pada tingkat spesies mencakup seluruh organisme di bumi, dari makhluk hidup di tingkat terendah sampai tertinggi. Skala yang lebih kecil mencakup variasi genetic, diantara populasi yang terpisah secara geografis antara individu di dalam suatu populasi (Primack, 1997).

    Keanekaragaman dari suatu populasi yang sama dapat terjadi jika sebagian dari spesies tersebut terpisah dan terisolasi kedalam suatu lingkungan yang baru, sehingga dapat terbentuk suatu spesies baru yang berbeda dari spesies awalnya (Orians, 1969). Adaptasi merupakan suatu proses evolusi kondisi lingkungan tertentu dan sifat genetik yang membuat sifat organisme menjadi lebih mampu untuk bertahan hidup. Aklimasi merupakan modifikasi sifat fenotip organisme oleh lingkungan (McNaughton, 1973).

    Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran panjang / berat dalam waktu tertentu. Pertumbuhan merupakan proses biologis yang komplek yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang paling utama antara lain adalah faktor dari dalam dan faktor dari luar (Effendie, 1997). Berbeda dengan faktor dari luar seperti makanan dan suhu perairan, faktor dalam yang meliputi keturunan, jenis kelamin, umur, parasit, dan penyakit umumnya lebih sulit dikontrol. (Effendie, 1979).

    Perbedaan seperti berat, panjang, dan tinggi yang terdapat pada spesies ikan biasanya disebut variasi antar individu. Populasi organisme yang hidup pada suatu habitat akan sama persis atau bersifat identik. Keragaman merupakan fenomena normal yang terjadi pada organisme, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan (Odum, 1993). Menurut Ewusie (1990), keanekaragaman bisa diartikan sebagai keadaan yang berbeda atau yang memiliki beberapa perbedaan dalam bentuk dan sifat. Untuk daerah tropis keanekaragaman dapat dilihat dari dua lingkaran, yaitu jumlah besar spesies dalam bentuk kehidupan serupa, dan kehadiran banyak spesies dengan wujud kehidupan yang sangat berbeda. Keanekaragaman organisme adalah baik dan memiliki nilai intrinsik, spesies memiliki nilai tersendiri tanpa mempedulikan nilai materinya bagi masyarakat. Keanekaragaman spesies mewakili adaptasi evolusi dan ekologi suatu spesies pada lingkungan tertentu (Primack, 1997).

I.     Pembahasan

1.       Karakteristik ikan uji
a.       Ikan Tawes ( Puntius    javanicus)
      Ikan tawes adalah ikan peliharaan yang berasal dari sungai. Ciri-ciri morfologi tawes berwarna abu-abu keputihan, sisiknya putih dan berwarna lebih gelap. Badannya pipih kesamping (Compressed) dan memanjang dengan bentuk punggung seperti busur. Mulutnya runcing dan agak ditengah, kecil, dan mempunyai dua pasang sungut yang sangat kecil. Ikan tawes memiliki sirip ekor, sirip punggung, sirip dubur, dan sirip ekor (Anonim, 2007).

Menurut Saanin (1968) ikan tawes dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Filum          :Chordata
Kelas          :Pisces
Ordo           : Osteriophysi
Familia:Cprinidae
Genus         :Puntius
Spesies:Puntius javanicus

b.       Ikan Nila merah (Oreochromis sp.)
      Ikan nila mempunyai kepala yang relatif besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Tubuh ikan nila panjang dan ramping, mempunyai panjang tidak lebih dari 40 cm. Tubuh, sirip ekor, sirip punggung, dan sirip perut bergaris-garis tegak lurus dengan siripnya. Perbandingan antara panjang total dan tinggi tubuh ikan betina 3:1, sedangkan ikan nila jantan 2:1. Mempunyai mata yang besar dan menonjol, bagian tepi mata berwarna putih, badan relatif tebal dan kekar. Toleransi ikan ini sangat besar terhadap salinitas . Tidak hanya hidup di perairan air tawar, ikan ini juga ditemukan hidup dan berkembang pesat pada perairan air tawar seperti tambak. Ikan nila adalah pemakan  plankton perifion atau tumbuhan air yang lunak, bahkan cacing juga merupakan salah satu makanannya (Cahyono,2000). Warna tubuh ikan kemerahan. Ikan nila mempunai garis ventral 9-11 buah garis pada sirip ekor. Garis lateralis terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah.
       Nila merah (Orechromis sp.) merupakan jenis introduksi  dari Taiwan yang didatangkan ke Bogor pada tahun 1969. Nama Nila ditetapkan oleh Direktorat jendral Perikanan pada tahun 1972, diambil dai nama ilmiah ikan ini yaitu Niloeica yang diubah menjadi Nila (Jangkaru dkk. 1991). Nila merah mulai dikenl di Indonesia pada tahun 1981 (Anonim, 1988).
 Kondisi perairan yang sesuai untuk pertumbuhan nila merah yaitu perairan dengan kepadatan plankton dan perifiton yang cukup, pH 6,5-9, oksigen terlarut 3 ppm, CO2 bebas kurang dari 10 pm, kekeruhan air 25-30 ppm, dan alkalinitas 50-500 ppm ekuivalen CaCO3,(Anonim,1998). Suhu air yang optimal untuk pertumbuhan ikan golongan Oreochromis berkisar antara 25-35°C (Anonim, 1989). Nila merah mempunyai sirip berjari-jari keras dan lemah serta bersisik clenoid (Sihotang, 1980). Sirip punggung memiliki rumus (XV,10), sirip perut (VI,6), dan sirip ekor (II,15) (Anonim, 1991).
                 
            Menurut Saanin (1968), Nila merah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Filum                : Chordata
Sub filum         : Vertebrata
Kelas                : Oetoichthyas
Sub kelas          : Acanthoptarigii
Ordo                : Parcomorphi
Sub ordo          : Parcoidea
Familia             : Cichlidan
Genus               : Oreochromis
Spesies            : Oreochromis  sp.
 2.      Pembahasan perspesies
a.       Ikan Tawes (Puntius  javanicus)
Menurut perhitungan yang dilakukan terhadap data perbandingan antara panjang baku dan tinggi diperoleh nilai mean = 2,826, modus = 2,804, standar deviasi = 1,1189. Nilai mean= 2,826 merupakan rata-rata dari perhitungan distribusi frekuensi perbandingan PB/T. Pada ikan tawes nilai tersebut terdapat pada kelas interval 2,763- 3,008. Nilai mean menunjukkan bahwa rata-rata spesies (Puntius   javanicus) yang diamati memiliki nilai panjang baku 2,826 kali lebih panjang dari tinggi tubuh sehingga dapat disimpulkan bentuk tubuh ikan tawes memanjang.
 Nilai modus sebesar 2,927 menunjukkan nilai perbandingan antara panjang baku dan tinggi tubuh spesies Puntius javanicus yang paling sering muncul pada kisaran 2,927. Nilai sekian terdapat pada interval 2,763-3008. Hal tersebut menunjukkan bahwa 2,927 adalah ukuran dominan pada sample data ikan tawes.
 Nilai standar deviasi yang diperoleh 1,1189. Nilai standar deviasi adalah ukuran sebaran varian standar dari perbandingan tinggi tubuh dengan panjang baku. Kisaran sebaran variasi dinyatakan dengan rumus µ ± Sd. Nilai sebaran tersebut adalah 2,826 ± 1,1189 artinya nilai sebaran atau variasi ikan tawes sekitar 1,707 – 3,944.
Hasil olah data menghasilkan nilai korelasi = 0,9215, perhitungan uji t pada tingkat kepercayaan 95% dan a = 5% didapat nilai thit PB Vs T sebesar 12, 3288 dan nilai ttabel sebesar 1,701 maka menunjukkan bahwa t hit > t table sehingga Hi diterima dan Ho ditolak. Hi diterima berarti ikan yang memiliki panjang baku yang panjang akan diikuti oleh pertambahan tinggi ikan, maka pada PB Vs SH terdapat beda nyata. Beda nyata berarti terdapat hubungan yang selalu berbanding lurus antara 2 hal yang dibandingkan dengan pengamatan, maka antara panjang baku dan tinggi tubuh ikan memiliki hubungan yang berbanding lurus. Semakin besar panjang baku seekor ikan akan diikuti oleh tubuh ikan tersebut yang semakin tinggi.

b.       Ikan Nila merah (oreochromis sp.)
Menurut perhitungan yang dilakukan terhadap data perbandingan antara panjang baku dan tinggi diperoleh nilai mean = 2,5527, modus = 2,6106, standar deviasi = 0,875. Nilai mean = 2,5527 merupakan rata-rata dari perhitungan distribusi frekuensi perbandingan PB/T. Pada ikan nila. Nilai tersebut terdapat pada kelas interval 2,763- 3,008. Nilai mean menunjukkan bahwa rata-rata nilai ratio perbandingan panjang baku dan tinggi tubuh 29 ekor ikan nila merah yang didapat saat pengamatan. Nilai mean = 2,5527 menunjukkan bahwa rata-rata spesies Oreochromis sp. yang diamati memiliki nilai panjang baku 2,5527 kali lebih panjang dari tinggi tubuh sehingga dapat disimpulkan bentuk tubuh ikan nila memanjang.
Nilai modus sebesar 2,6106 menunjukkan nilai yang paling sering muncul pada data adalah 2,6106 dan berada pada interval 2,763-3008. Hal tersebut menunjukkan bahwa 2,6106 adalah ukuran dominan pada sample data ikan nila merah.
Nilai standar deviasi yang diperoleh 0,875,  nilai standar tersebut menunjukkan besarnya penyebaran nilai data perbandingan antara panjang baku dan tinggi tubuh pada 29 ekor ikan nila merah.deviasi adalah ukuran sebaran varian standar dari perbandingan tinggi tubuh dengan panjang baku. Kisaran sebaran variasi dinyatakan dengan rumus µ ± Sd. Nilai sebaran tersebut adalah 2,5527 ± 0,875 artinya nilai sebaran atau variasi ikan nila merah sekitar 1,677- 3,409.
Hasil olah data menunjukkan nilai korelasi = 0,9425, perhitungan uji t pada tingkat kepercayaan 95% dan a = 5% didapat nilai thit PB Vs T sebesar 14,6538 dan nilai ttabel sebesar 1,701 maka menunjukkan bahwa t hit > t table sehingga Hi diterima dan Ho ditolak. Hi diterima berarti ikan yang memiliki panjang baku yang panjang akan diikuti oleh pertambahan tinggi ikan, maka pada PB Vs SH terdapat beda nyata. Beda nyata berarti terdapat hubungan yang selalu berbanding lurus antara 2 hal yang dibandingkan dengan pengamatan, maka antara panjang baku dan tinggi tubuh ikan memiliki hubungan yang berbanding lurus. Semakin besar panjang baku seekor ikan akan diikuti oleh tubuh ikan tersebut yang semakin tinggi.

3. Pembahasan Antar Spesies
Keanekaragaman spesies dalam sebuah populasi ditunjukkan pada nilai mean dan standar deviasi. Perbandingan nilai mean antara ikan tawes dan ikan nila merah adalah 2,826 dan 2,5527. Berdasarkan nilai tersebut maka ikan tawes cenderung lebih panjang dibandingkan dengan ikan nila merah.
 Perbandingan nilai standar deviasi pada ikan nila tawes dan ikan nila merahdapat dilihat dari data yaitu 1,1189 dan 0,875 sehingga perbandingan tersebut dapat dijadikan acuan dalam menentukan keanekaragaman antar spesies. Dari perhitungan data dapat disimpulkan bahwa ikan tawes memiliki keanekaragaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan nila merah.
 Faktor yang dapat mempengaruhi keanekaragaman antar spesies, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Beberapa faktor lainnya adalah faktor umur, jenis ikan, keturunan, serta jenis kelamin.

 
 II. KESIMPULAN

1.  Variasi antar individu dalam satu spesies dipengaruhi oleh faktor genetic (keturunan) dan faktor lingkungan (faktor fisika, kimia, biologi, dan persaingan makanan)
2.     Variasi antar spesies lebih terlihat dalam hal bentuk, yaitu morfologi ikan tawes lebih panjang dari ikan nila merah
3.      Ikan tawes memiliki keanekaragaman yang lebih tinggi dibandingkan ikan nila merah.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Puntius   javanicus. <http:// www.fishbase.org>. Diakses 2 Februari 
Effendie, M.I. 1997. Biologi   Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara
Mcnaughton,S.J. 1973. General   Ecology. Second edition. Saunders Colledge Publishing
Odum, E.P. 1993. Dasar- Dasar  Ekologi. Edisi III. Yogyakarta ; Gadjah Mada Unversity press
Primack, R.B. 1997. A Primer of Conversation Biology. S. Inaver Assosiated Inc.
Saanin, H. 1995. Taksonomi dan identifikasi Ikan jilid 1 dan 2. Bina cipta, Jakarta
Sastrapradja, Didin S. 1989. Keanekaragaman  Hayati  Untuk  Kehidupan  Bangsa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI, Bogor.




Read more

Tuesday, December 17, 2013

I LOVE NOKIA

This picture was taken using a mobile phone  
nokia6500s-1+ocular lens
Safely enjoy the simple picture of my phone

Walau sudah hampir 5 tahun menggunakan nokia 6500s-1 atau nokia 6500slide, tetap berkarya dengan fotografi macro handphone dengan tambahan lensa okuler. semoga hape ini masih bisa berjalan sebagaimana mestinya sampai waktu yang lama....
caterpie atau ulat daun jeruk

walau kecil aku hidup

belalang di dekat kap mobil kuning

















gendong ke mana-mana
lady bug atau kepik












termasuk ulat yang bermain di atas bunga












robber jinak saat pagi hari












lirikan tajam sambil menggigit













serangga mati di alam dengan posisi masih menggigit

















Toxophora sp. di sore hari

Read more

Hadir Dalam Mimpi / Present In Dreams

Hadir Dalam Mimpi

Hanya kau yang sanggup hadir dalam mimpiku
Saat nurani menerawang jauh tak tergapai
Gelisah menghantui setiap gerak dan sikap
Menyalahkan setiap perbuatan apa saja

Kau datang saat mimpu burukku mulai timbul
Cermin keputusasaan menghadapi gejolak batin
Tenggelam dalam kegelapan total tak berdaya
Tak mampu memenuhi segala harapan

Kau memberikan ketenangan mimpiku
Menyebar aroma kehangatan hati dan rasa
Meredam semua kegalauan dan tangisan
Membawa jiwa terhanyut lega

Sedangkan aku selalu hadir dalam mimpi burukmu
Mengusikmu tanpa bisa dihentikan
Memancarkan cahaya kelam tak berujung
Menumpuk beban tak berhingga

==============================
============
==============================

Present In Dreams

Only you are able to present in my dreams
When conscience faraway unattainable
Agitated haunt every movement and gesture
Blaming every act of any

You came when my nightmares began to arise
Mirror despair facing inner turmoil
Immersed in total darkness helpless
Unable to meet all expectations

You give peace of my dreams
Spreading warmth and sense of scents
Muffled cries all the turmoil and
Bringing soul drift relief

While I am always present in your nightmares
Nuisance unstoppably
Light emitting endless dark
Accumulate infinite load


Read more

Monday, December 16, 2013

Permen Karet atau Chewing Gum

A. Sejarah Permen Karet
Permen karet adalah salah satu permen tertua di dunia. Selama ribuan tahun, orang telah menikmati banyak manfaat mengunyah permen karet, damar, dan lateks dari tanaman. Permen karet komersial pertama ber-merk State Of Maine Spruce Gum diperkenalkan pada tahun 1848 oleh Jhon B. Curtis, kemudian permen karet yang dipatenkan pertama kali dibuat oleh William F. Semple (dokter gigi dari Ohio) tahun 1869. Permen karet pertama kali dibuat berwarna merah muda karena satu-satunya pewarna yang dimiliki penciptanya.

B. Perkembangan Permen Karet     
Pada awal 1900-an, William Wrigley Jr. adalah orang pertama yang mengiklankan permen karet buatannya. Dua merek permen karet buatannya yang paling laris, yaitu Wrigley Spearmint dan Juicy Fruit, bahkan masih diproduksi hingga kini. Pada tahun 1906, Frank Henry Fleer menciptakan permen karet pertama yang bisa menggelembung dengan sebutan Blibber-Blubber. Namun, permen karet ini terlalu lengket untuk dijual. Kemudian resep F.H. Fleer ini disempurnakan Walter Diemer yang menyebut produknya Double Bubble.  Pada tahun 1940, permen karet begitu populer. Bahkan permen ini ikut disertakan sebagai ransum tentara AS. Pada tahun 1944, terdapat sebuah insiden aneh dimana seorang pria di Philadelphia kehilangan beberapa giginya ketika sepotong permen karet meledak di mulutnya. Pada tahun 1950-an permen karet tanpa gula atau bebas gula pertama kali dipasarkan. Selama perang dunia II, personel militer AS menyebarkan popularitas permen karet dengan menjual dan memberikannya sebagai hadiah kepada orang-orang di Eropa, Afrika, Asia, dan seluruh dunia. Negara produsen permen karet terbesar didunia adalah Turki, dengan lebih dari 60 produsen. Peringkat keduanya adalah Amerika Serikat.
Pada tahun 1954, Richard Walker adalah pemegang rekor pengunyah permen karet terbanyak dan terlama. Ia mengunyah 135 permen karet selama 8 jam, mengalahkan rekor sebelumnya yang hanya sebanyak 80 permen karet selama 5 jam 12 menit.  Pada 19 Juli  1994, Susan Montgomery William dari Fresno, California menciptakan gelembung permen karet terbesar didunia berdiameter 58 cm. . Pada 6 Maret 2010, Gary Duschl tercatat dalam Guinnes World Record sebagai pembuat rantai terpanjang dari bungkus permen karet yang panjangnya mencapai 19,3 km, dan terbuat dari 1.499.999 bungkus permen karet. Kemudian pada 11 November 2011, ia membuat panjang rantai menjadi 21,2 km yang tersusun dari 1.651.463 bungkus permen karet. Potongan permen karet tertua yang pernah ditemukan sampai saat ini berusia 9.000 tahun. Perusahaan Wrigley yang terkenal dengan produk permen karet awalnya menjual sabun gosok, dan soda kue.
Awalnya, dokter melarang mengkonsumsi permen karet karena mereka khawatir mengunyah permen karet akan melekatkan usus-usus. Kemudian banyak dokter gigi merekomendasikan mengunyah permen karet bebas gula kepada pasiennya karena dapat memperkuat gigi dan gusi. Manfaat lain dari permen karet antara lain:
1. Mengunyah permen karet saat memotong bawang dapat mencegah keluarnya air mata.
2. Mengunyah permen karet di pesawat terbang akan mencegah telingamu sakit akibat ketinggian.
3. Mengunyah permen karet menyebabkan kelenjar ludah air liur 250% lebih banyak dari biasanya sehingga kita akan lebih banyak menelan. Ini dapat membantu menyeimbangkan tekanan didalam rongga telinga.
4.  Jika kamu memberikan permen karet pada seekor monyet, ia akan mengunyahnya selama beberapa menit, kemudian menempelkannya ke rambut.
5.  Permen karet sangat efektif untuk menetralisir bau, terutama menyegarkan bau mulut bagi yang suka mengonsumsi makanan beraroma keras seperti bawang merah dan bawang putih.
6.  Permen karet dapat melekat erat, sehingga dapat membersihkan sisa-sisa makanan pada permukaan gigi. Sering mengunyahnya dapat meningkatkan produksi air liur yang dapat membersihkan rongga mulut dan gigi dengan lebih baik, sehingga resiko terbentuknya plak-plak gigi dapat dikurangi.
7. Ketika mengunyah permen karet, rongga mulut berulang-ulang melakukan gerakan menggigit, ini memperlancar aliran darah di bagian wajah, dan juga melatih otot-otot untuk mengunyah dan menggigit. Hasil penelitian seorang ahli dari Amerika, mengunyah permen karet setiap hari selama 15 menit dapat bermanfaat bagi kecantikan.
Selain banyak manfaat dari permen karet, ada pula kerugian mengunyah permen karet diantaranya adalah
a. Pada waktu mengunyah permen karet, gula tinggal di dalam rongga mulut dalam waktu lama, maka bakteri dalam rongga mulut akan merubah gula menjadi asam yang akan mengurai kalsium gigi (email gigi) sehingga menyebabkan kerusakan pada gigi. Namun, para ahli menganjurkan agar memilih permen karet xylitol sebagai pengganti gula, karena xylitol memiliki rasa dan nilai gizi yang sama dengan gula, namun tidak dapat difermentasi menjadi asam sehingga aman untuk gigi.
b. Hasil riset di Swiss menunjukan, sering mengunyah permen karet dapat merusak bahan tambalan gigi. Oleh sebab itu bagi seseorang yang menggunakan tambalan gigi dengan bahan air raksa sebaiknya jangan mengunyah permen karet. Karena mengunyah permen karet dapat mengurai senyawa air raksa tersebut, yang dapat meningkatkan jumlah kandungan air raksa dalam darah dan air kemih. Kelebihan zat tersebut dapat berpe ngaruh negatif terhadap otak, susunan syaraf pusat dan ginjal.
c. Anak-anak yang mengunyah permen karet dalam waktu lama, kemungkinan besar akan mempunyai kebiasaan menggertakkan gigi pada saat tidur karena otot-otot mulut dalam keadaan tegang, sehingga dapat mempengaruhi kualitas tidur mereka. Para ahli menyarankan agar anak-anak tidak mengunyah permen karet lebih dari 3-4 kali sehari dan tidak melampaui 10-15 menit.
d Sering mengunyah permen karet bagi para remaja dapat berisiko memiliki bentuk wajah segi empat, karena otot-otot rahang mungkin terlalu terlatih sehingga sangat cepat pertumbuhannya. (2)
            
            Sebelum membeli permen karet, ada baiknya Anda pelajari lima komposisi umum permen karet yang dapat bersifat racun bagi tubuh manusia berikut agar dapat memilih permen karet yang bermanfaat bagi tubuh. (1)
1. Aspartam
Pemanis buatan ini disebut-sebut sebagai salah satu bahan paling berbahaya yang digunakan dalam industri makanan. Dipakai sebagai pengganti gula, aspartam ditemukan pada banyak produk permen karet dan diduga menjadi penyebab efek samping yang pernah dilaporkan. Menurut Health Wyze Report, aspartam merupakan eksitotoksin yang membuat sel-sel saraf di otak terlalu aktif sehingga rentan rusak. Aspartam memiliki kandungan yang hampir sama dengan potasium asesulfam yang bersifat memicu kanker (karsinogen). Pengawas makanan Amerika Serikat (FDA) menyebutkan, aspartam berpotensi menimbulkan efek samping, yaitu kebutaan, iritasi ekstrem, dan nyeri dada.
2. Butyl hidroksi toluene (BHT)
BHT merupakan jenis suplemen diet yang umum ditemukan dalam permen karet dan makanan olahan lain. BHT yang memberikan warna, bau, dan rasa makanan ternyata bersifat karsinogen. Menurut Health Wyze Report, BHT dapat menyebabkan kerusakan sistem organ seperti gagal ginjal dan kerusakan hati. Pada anak-anak BHT juga menyebabkan hiperaktivitas.
3. Kalsium kasein pepton/kalsium fosfat
Umumnya senyawa ini berfungsi sebagai bahan pemutih pada permen karet dan dapat meninggalkan residu bersifat toksik. Kasein sendiri diekstrak dari susu, dan pernah dikaitkan dengan skandal susu formula tercemar di China. Protein ini bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti alergi dan gangguan pencernaan.
4. Bahan dasar permen karet
Bahan dasar permen karet (gum base) sering kali ditulis begitu saja pada kemasan karena dianggap umum dan tidak perlu diungkap pada konsumen. Padahal bahan-bahan dasar itu mungkin saja ada yang bersifat toksik. Bahan-bahan dasar permen karet yang berhasil diketahui antara lain elastomer, resin, plasticizer, filler, dan antioksidan.
5. Titanium dioksida
Senyawa ini merupakan salah satu pemicu timbulnya asma dan beberapa penyakit lainnya. Sebuah studi dalam jurnal Environmental Science and Technology menemukan, paparan utama titanium dioksida pada anak-anak adalah dari makanan manis yang mereka konsumsi.
C. Cara Membuat Gelembung Besar pada Permen Karet
Apakah kamu ingin membuat gelembung besar dari permen karet? Kunyahlah lima potong permen karet, kemudian tambahkan satu sendok teh selai kacang dan kunyah selama lima menit untuk melarutkan gula. Sebelum permen karet kaku, buatlah gelembung dengan meniupnya secara perlahan didalam ruangan yang tak berangin. Gunakan satu tanganmu untuk menopang gelembung yang sudah membesar.

D. Karya Seni dari Permen Karet
          Sebuah miniatur lukisan dari permen karet yang dibuat oleh seorang seniman terlihat di jembatan Milenium di kota London. Foto: Reuters/Finbarr O'Reilly (4)




         









      Lukisan Permen Karet Anna Sofiya Matveeva dari kota Makiyivka, wilayah Donetsk, Ukraina. Biasanya dia membutuhkan sekitar 500 hingga 1000 permen karet untuk setiap lukisan. Anna juga menerima kerabat dan tetangga yang mau menyumbang permen karet. (5)


       












       Jason Kronenwald, lulusan Queens University dengan gelar sarjana seni rupa merupakan artis pendatang baru dari Toronto, di mana ia berhasil menghasilkan gambar dengan nama Chewing Gum Music Portrait. (6)




















         Maurizio Savini membuat patung dari permen karet. Desainer patung ternama asal Italia ini  membuat patung dengan media dasarnya adalah permen karet, tidak tanggung-tanggung warna permen karet yang dia pilih adalah warna pink. Berikut adalah beberapa karyanya. (7)



















=============================
===============
=============================
Interesting Facts About Chewing Gum
1. Chewing gum is one of the oldest sweets in the world. For thousands of years, people have been enjoying the many benefits of chewing gum, resin and latex from the plant. 
2. The first commercial chewing gum branded State Of Maine Spruce Gum was introduced in 1848 by John B.Curtis. 
3. The patented chewing gum was first created by William F. Semple, a dentist from Ohio, in 1869. 
4. The first chewing gum that can be created ballooned Frank Henry Fleer in 1906. He called Blibber - Blubber. However, it is too sticky gum for sale. Then the recipe is perfected Fleer Walter Diemer who called product Double Bubble. 
5. In the early 1900s, William Wrigley Jr. was the first to advertise chewing gum product. Two brand chewing gum homemade sweets most in demand, ie Wrigley Spearmint and Juicy Fruit, even still produced until now.
6. During World War II, U.S. military personnel spread the popularity of chewing gum by selling and giving it as a gift to the people of Europe, Africa, Asia, and around the world. 
7. The world's largest bubble gum bubble diameter of 58 cm. This bubble was created by Susan Montgomery William of Fresno, California, on July 19th, 1994.
8. Chewing gum was first made pink because it is the only one owned by its creator dye. 
9. Countries the world's largest chewing gum manufacturers is Turkey , with more than 60 manufacturers. Both ratings is USA
10. Gary Duschl recorded in the Guinness World Records as the longest chain of wrap maker permenkaret . On March 6th 2010, homemade chain reaches 19,3 km long, made ​​up of 1.499.999 gum wrappers. Then on November 11th 2011, homemade chain length to 21,2 km, composed of 1.651.463 gum wrappers. 
11. Chewing sugarless gum or sugar-free first marketed in the 1950s. 
12. During his career, Michael Jordan routine Doublemint chewing gum to help him concentrate. 
13. Chewing gum can improve memory. British psychologists found that people who chewed gum obtain higher test scores, better on memory tests a long-term and short-term. 
14. Dave Grohl, Foo Fighters founder and frontman , chew gum when new Look as he felt his mouth still wet and fresh vocal cords. 
15. Chewing gum while cutting onions can prevent the tears. 
16. Singapore is a country that prohibits the existence of chewing gum. Penalties could be even more than 6000 dollars. 
17. Chewing gum on an airplane will prevent ear pain due to altitude. Chewing gum causes salivary gland saliva 250% more than usual so that we would be a lot to swallow . It can help balance the pressure inside the ear cavity. 
18. if you give a monkey chewing gum on, he will chew it for a few minutes, then put it into the hair . 
19. The oldest piece of chewing gum ever found to date 9.000 years old. 
20. Premises of the famous Wrigley Company chewing gum products initially sell scrub soap, and baking soda. 
21. Many dentists recommend chewing sugarless gum to their patients because it can strengthen teeth and gums. 
22. Initially, the doctor prohibits chewing gum because they are worried about chewing gum will attach the intestines. 
23. In 1944, there was a bizarre incident. A man in Philadelphia lost several teeth when a piece of chewing gum exploded in his mouth. 
24. In 1940, chewing gum so popular. Even the candy was included as a U.S. army rations.
25. Do you want to make a huge bubble of gum? Chew five pieces of chewing gum, then add a teaspoon of peanut butter and chew for five minutes to dissolve the sugar. Before stiff gum, make bubbles by blowing slowly in a windless room. Use one hand to prop up the bubble that has been enlarged. 

26. Richard Walker is a gum-chewing record holder biggest and longest in 1954. he chews gum 135 for 8 hours, beating chewing gum for 8 hours, beating the previous record of 80 chewing gum for 5 hours 12 minutes. (3)
=============================
===============
=============================
 
Sumber dan Referensi:
(1) http://health.kompas.com/read/2013/08/01/1309526/Bahaya.Permen.Karet.jika.Dikonsumsi.Berlebihan.
(2) http://all-mistery.blogspot.com/2010/02/fakta-menarik-tentang-permen-karet.html
(3) http://diiinaaafauziyyah.blogspot.com/2012/12/26-fakta-unik-tentang-permen-karet-1.html
(4) http://foto.news.viva.co.id/read/6193-lukisan-dari-permen-karet/77405
(5) http://www.merdeka.com/foto/dunia/151888/ribuan-kunyahan-permen-karet-hasilkan-karya-lukisan-005-iqbal-s-nugroho.html
(6) http://www.langitberita.com/design/40045/lukisan-unik-dibuat-dengan-menggunakan-permen-karet/
(7) http://feenomenal.blogspot.com/2013/09/patung-yang-terbuat-dari-permen-karet.html
Read more